BerandaKARIMUNWarga Miskin di Tanjungbatu...

Warga Miskin di Tanjungbatu Mengadu ke Anggota DPRD Kepri, Salvia : 14 Tahun Tak Dapat Bantuan dari Pemerintah

Google search engine

KUNDUR, kabarkarimun.com – Salbiah, warga miskin tinggal di Gang Nurussalam RT 01 RW 02 Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, mengadu pada anggota DPRD Provinsi Kepri, Ery Suandi.

Ibu empat anak ini mengaku, selama empat belas tahun belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Baik itu BLT, PKH, beras untuk warga miskin, maupun BPJS Kesehatan (KIS).

Padahal dirinya memiliki Kartu Keluarga (KK), dan KTP asli Tanjungbatu. Tapi selama itu dirinya tidak pernah terdaftar sebagai masyarakat miskin penerima bantuan.

“Saya tinggal di sini sudah 14 tahun bersama suami, dan empat anak. Tapi belum pernah sekalipun mendapat bantuan,” kata Salbiah saat mengadu kepada Ery Suandi, Senin (26/12/2022).

Saran Berita  Bupati Aunur Rafiq Buka Musda ke-V LAM Kabupaten Karimun, Tiga Nama Kandidat Ketua Mencuat

Menanggapi aduan warga tersebut, Ery Suandi mengaku kaget ada sejumlah warga miskin di Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah.

Baik bantuan BLT, PKH, Beras Miskin, BPJS kesehatan maupun bantuan lainnya.

Keluhan Salbiah disampaikan saat anggota DPRD Kepri Dapil Karimun Ery Suandi bersama Camat Kundur, Lurah Tanjungbatu Kota, ketua RT, RW meninjau kondisi rumah Parti.

Diketahui Parti, seorang janda tua bersama anak dan cucunya tinggal di gubuk reot di jalan Gang Nurussalam RT 01 RW 02 Kelurahan Tanjungbatu Kota. Kondisi gubuk Parti tidak layak huni, bahkan lingkungannya terlihat kumuh.

Saran Berita  VKBP Kembali Diluncurkan, Imigrasi Karimun Siap Terima Kunjungan Wisatawan Asing

“Ya kagetlah tiba-tiba seorang ibu bernama Salbiah mengadu jika dirinya sama sekali tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Kok bisa,” ucap Ery dengan nada heran.

Menyikapi keluhan warga, Ery Suandi akan berkoordinasi dengan lurah serta camat dan dinas instansi terkait. Banyak permasalahan yang harus dicarikan solusinya terutama masalah bedah rumah, BPJS Kesehatan serta akses jalan menuju rumah mereka.

“Setelah kita data terdapat tujuh kepala keluarga kondisinya sama dan menjadi prioritas,” papar Ery. (mas)

SARAN BERITA
Google search engine