BerandaKEPRIKARIMUNJuknis Belum Turun, Dinsos Karimun Sulit Data Ulang Penerima BLT Terdampak Kenaikan...

Juknis Belum Turun, Dinsos Karimun Sulit Data Ulang Penerima BLT Terdampak Kenaikan BBM

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun Drs Muhammad Tang mengaku pihaknya kesulitan melakukan pengecekan maupun pendataan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Soalnya, petunjuk teknis (Juknis) penyaluran belum diterima Dinas Sosial Kabupaten Karimun.

“Sampai hari ini (Kamis, red), juknis tentang penyaluran BLT belum kami dapatkan dari pusat,” ujar Muhammad Tang.

Memang diakui M.Tang, info program BLT didapati melalui vidcon bersama Kementerian Sosial. Kemudian ditindak lanjuti Gubernur Kepri.

Ditambah juga, sudah dua kali rapat bersama Wakil Bupati Karimun. Namun juknas dan juknis tentang BLT tersebut belum turun dari pusat.

“BLT ini kan dari pusat langsung ke masyarakat yang penyalurannya melalui kantor pos. Dan data by name by adressnya itu sudah kami dapatkan dari pusat. Cuma data ini kan perlu di cek lagi di lapangan. Oleh sebab itu kami masih menunggu petunjuk teknisnya,” jelas M.Tang.

Saat ini, lanjut M.Tang, data by name by adress dari pusat itu merupakan data yang diperoleh melalui usulan terdahulu saat penyerahan bantuan pandemi Covid-19.

“Data DPKS tersebut nantinya di konversi ke kantor pos. Cuma sekarang ada aturan baru dari Kemensos tentang kriteria penerima BLT. Nantinya ke depan ini akan jadi acuan kami untuk melakukan pengecekkan, dan pendataan kembali,” tuturnya.

Terkait jumlah penerima bantuan, M.Tang mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Karimun sedang mencocokkan, dan menyepakati bersama jumlah penerima bantuan tersebut.

“Dari data DPKS itu sebanyak 90 ribuan, namun sekarang kami juga sedang menghitung, dan menyamakan persepsi. Untuk itu kami minta seluruh OPD untuk ikut memangku kebijakan ini agar jika terjadi gejolak bisa diselesaikan bersama,” katanya.

Muhammad Tang juga mengatakan bahwa pembahasaan soal data bantuan tersebut akan dilanjutkan di focua grup discusion FGD Jumat (9/9/2022). (nku)

SARAN BERITA
Google search engine