BerandaKEPRIKARIMUNDisambut Bupati dan Masyarakat Karimun, Suasana Haru Selimuti Kepulangan Nurdin Basirun

Disambut Bupati dan Masyarakat Karimun, Suasana Haru Selimuti Kepulangan Nurdin Basirun

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Mantan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun tiba di pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun pukul 12.35 WIB, Sabtu (20/08/2022).

Nurdin Basirun pulang ke tanah kelahiran Bumi Berazam setelah menjalani hukuman, dan menerima pembebasan bersyarat, Jumat (19/8/2022).

Bupati Karimun Aunur Rafiq turut hadir berbaur bersama masyarakat Kabupaten Karimun yang memang merindukan sosok sederhana seorang Nurdin Basirun.

Begitu kapal yang dicarter rombongan mantan Bupati Karimun dua periode itu merapat di ponton domestik, masyarakat sudah berdesakan.

Begitu Nurdin Basirun menginjakkan kaki di ponton, tak henti warga saling berebutan menyalami untuk mengucapkan selamat kembali “Sang Kapten” di Bumi Berazam.

Tampak sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, OKP, ormas, segenap pejabat Karimun dan masyarakat yang sangat antusias.

“Alhamdulillah Pak selamat datang kembali di Karimun. Semoga sehat selalu pak,” ujar Nanik Karmila, salah satu warga yang menyambut kepulangan Nurdin seraya menangis.

Bahkan sepanjang jalan menuju pintu keluar pelabuhan, sambutan haru mengiringan kepulangan Nurdin Basirun.

Nurdin Basirun pun mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkumpul kembali bersama keluarga, dan masyarakat Kabupaten Karimun.

“Alhamdulillah sambutannya sangat luar biasa. Ini juga dari keikhlasan mereka, bukan hanya dari masyarakat Karimun, tapi juga ada beberapa orang tadi dari Batam, Pinang, dan Bintan ikut bersama sama,” ujar Nurdin yang mengenakan baju kemeja putih.

Nurdin Basirun juga mengucapkan terimakasih, dan merasa terharu atas sambutan yang secara spontanitas dipersiapkan oleh masyarakat Kabupaten Karimun untukknya.

“Saya sangat bersyukur, dan sangat antusias melihat sambutan dari masyarakat yang cukup meriah. Sangat berkesan untuk saya,” tambahnya.

Selama hampir 2,5 tahun berada di Sukamiskin, Jawa Barat, membuat Nurdin Basirun lebih banyak mengintrospeksi diri. Bahkan menyiapkan diri untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

“Yang berlalu itu merupakan perjalanan hidup, dan memang sudah menjadi takdir. Yang pasti tetap dijadikan pelajaran. Insha Allah ke depan akan lebih baik lagi,” ucap Nurdin seolah bejanji.

Nurdin Basirun juga menceritakan sedikit pengalaman berkesannya selama di Lapas Sukamiskin. Dimana dirinya banyak mengambil kesempatan untuk beribadah, dan menempa diri untuk menjadi lebih baik lagi. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine