BerandaKEPRIKARIMUNTingkatkan Ekonomi Kelompok Nelayan, PT Timah Latih Kembangkan Pembesaran Kepiting di Pulau...

Tingkatkan Ekonomi Kelompok Nelayan, PT Timah Latih Kembangkan Pembesaran Kepiting di Pulau Stunak

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya PT Timah Tbk untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program pemberdayaan yang dilakukan juga sejalan dengan potensi yang dimilki masing-masing wilayah. Seperti di Pulau Stunak, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

PT Timah Tbk melaksanakan program pemberdayaan dengan menginisiasi program pembesaran kepiting. Pulau Stunak dihuni sebanyak 52 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 140 jiwa. Di Pulau Stunak mayoritas pekerjaan penduduknya sebagai nelayan.

Untuk itulah, program pembesaran kepiting yang melibatkan Kelompok Nelayan Stunak Mandiri ini diharapakan dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Ketua Nelayan Pulau Stunak Apid menceritakan, pihaknya sangat mendukung program pembesaran kepiting ini. Sebagai nelayan, penghasilan mereka di laut tergantung rezeki yang didapatkan. Belum lagi, tantangan seperti cuaca yang tak jarang membuat mereka harus pulang dengan tangan kosong.

“Kalau di laut banyak rintangan, belum lagi cuaca yang berubah dengan tiba-tiba, ditambah lagi biaya operasional yang besar. Bahkan kadang kalau pulang ke laut bisa jadi tidak ada hasilnya. Makanya kami antusias menyambut program dari PT Timah Tbk ini,” ucap Apid saat ditemui Minggu (17/7/2022).

Apid menyebutkan, ia bersama 30 nelayan Pulau Stunak sangat mendukung program ini. Berkolaborasi dengan PT Timah Tbk mereka mulai diberikan pelatihan tentang budidaya dan pembesaran kepiting, setelah itu mereka juga menyiapkan kolam untuk pembesaran.

Untuk tahap awal, kata dia mereka membuat kolam dengan ukuran 15 X 10 meter yang bisa menampung sekitar 500 ekor bibit kepiting. Karena baru pertama kali pihaknya masih terus berproses untuk belajar terkait kendala sehingga bisa diatasi dengan cepat dan tepat.

“Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa rekan-rekan diajak ke Jepara ke salah satu lokasi yang telah mampu mengembangkan budidaya pembesaran kepiting. Setelah melihat serta mempelajari kami yakin mampu mengembangkan usaha pembesaran kepiting. Apalagi lokasi di Pulau Stunak masih sangat alami dan mendukung,” ucapnya.

Ia berharap, kedepan apabila program ini berhasil anggota kelompok mereka bisa mandiri dalam mengembangkan usaha. Nantinya, hasil pembesaran kepiting mereka tidak hanya untuk memenuhi kebutuhankepiting di Pulau Stunak namun juga di luar Pulau Stunak.

“Pulau Stunak sendiri saat ini masih ketergantungan dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-harid an ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Semoga nanti ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan konsumsi sehari-hari,” katanya.

Alimun, Ketua RT di Pulau Stunak sangat mengapresiasi kehadiran program pembesaran kepiting di Pulau Stunak. Ia mengatakan, budidaya kepiting memiliki prospek bisnis yang bagus.

Lokasi budidaya kepiting di Pulau Stunak sangat cocok untuk habitat kepiting. Pasalnya kondisi bakau yang masih bagus, terjaga dan sangat alami.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta berhasil sehingga akan membantu pendapatan ekonomi masyarakat nelayan di Pulau Stunak,” katanya.

“Karena hasil melaut yang tidak bisa diandalkan. Melaut itu ada musim-musimnya. Apabila sedang tidak musim ikan nelayan tidak melaut serta bila cuaca buruk demi keselamatan kita juga tidak melaut namun kebutuhan dapur tidak bisa berhenti, maka dari itu apabila memasuki musim tidak melaut nelayan masih ada pendapatan dari pembesaran kepiting ini,” tandasnya.

Program pelatihan budidaya kepiting ini tidak hanya dilakukan PT Timah Tbk di Pulau Stunak, namun pada tahun 2018 lalu, PT Timah Tbk juga pernah mengadakan kegiatan pelatihan budidaya kepiting yang diikuti oleh perwakilan dari masyarakat, nelayan, dan juga pemuda se Kecamatan Kundur. (rls/ifa)

SARAN BERITA
Google search engine