BerandaKEPRIKARIMUNSoal Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Perjalanan, Ini Tanggapan Ketua Komisi I...

Soal Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Perjalanan, Ini Tanggapan Ketua Komisi I DPRD Karimun

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Beragam reaksi warga paska pemberlakuan kembali vaksin booster bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Alasan kerja yang mengharuskan bolak-balik keluar Karimun, membuat Rafid meminta kelonggaran. Mengingat dirinya baru menjalani vaksin ke 2.

“Saya baru vaksin kedua bulan kemarin. Jadi harus menunggu 2 bulan untuk vaksin ketiga. Sementara saya harus berangkat bolak balik ke Batam untuk bekerja, itu bagaimana pak? Apakah ada kebijakan keringanannya Pak?” tanya Rafiq saat ditemui di pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun, Senin (18/7/2022).

Terpisah Ketua Komisi I DPRD Karimun Sulfanow Putra menegaskan pemberlakukan wajib vaksin booster bagi PPDN, sudah merupakan ketetapan dari pusat. Dan gubernur hanya meneruskan melakui surat edarannya.

“Kebijakan wajib booster bagi PPDN antar kabupaten dan luar provinsi itu sudah dari pusat. Gubernur Kepri hanya meneruskan saja lewat surat edaran yang diterbitkan,” ujar Sulfanow Putra.

Di sisi lain, kata kader PDIP ini, masyarakat sudah diimbau untuk segera vaksin ketiga dari jauh hari.

“Kita sudah diperingatkan untuk vaksin ketiga dari jauh hari, ada jeda waktu yang lumayan lama diberikan agar masyarakat bisa jalani vaksinsi. Nyatanya, masih banyak yang enggan,” tambahnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut memang akan membuat kita menjadi sibuk, namun tujuannya baik.

“Kita tahu sekarang covid ini sudah mulai meningkat lagi kasusnya, baik di pusat sampai ke daerah. Dengan mewajibkan PPDN vaksin ketiga ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan angka covid tidak kembali tinggi, mari sama-sama kita dukung langkah tersebut,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala KKP Karimun Novri Hendri mengatakan bahwa hal tersebut sudah disesuikan dengan aturan dari pusat.

“Kita tetap sesuaikan dengan SE satgas No.21, kalau baru vaksin kedua syarat wajibnya tetap melampirkan hasil negative test antigen,” pungkasnya. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine