BerandaKEPRIKARIMUNHarga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Karimun Kian Melangit

Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Karimun Kian Melangit

Harga Cabai Alami Kenaikan

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Harga cabai di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Karimun mengalami kenaikan cukup tinggi.

Per Jum’at (3/06/2022), harga cabai merah masih diangka Rp62 ribu perkilo, sementara harga cabai rawit diangka Rp70 ribu perkilo.

Namun memasuki hari Sabtu (4/06/2022, harga cabai terus mengalami kenaikan. Cabai merah naik menjadi Rp65 ribu perkilo, dan harga cabai rawit menjadi Rp80 ribu perkilo.

Kabid Perdagangan Disdagkop, UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun M.Zabur menuturkan, terjadinya kenaikan harga cabai disebabkan oleh beberapa faktor.

“Memang cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Penyebabnya karena faktor cuaca sehingga banyak petani yang gagal panen. Kedua juga faktor pupuk, dan bibit yang saat ini juga mengalami kenaikan,” ungkap Zabur, Minggu (5/06/2022).

Kenaikan harga cabai di sejumlah daerah, salah satunya Medan Sumatera Utara akibat cuaca ekstrim. Dan naiknya harga pupuk ,serta bibit kerap berpengaruh terhadap penjualan di Kabupaten Karimun. Pasalnya hampir sebagian besar cabai yang dijual di pasar-pasar tradisional Karimun berasal dari Sumatera Utara.

“Sebagian besar cabai kita itu datang dari Medan, Sumatera Barat, dan Pulau Jawa. Memng da yang dari Batam, dan lokal, cuma terbatas. Sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat harian,” tuturnya.

Kebutuhan cabai yang lumayan tinggi dengan kondisi cuaca yang membuat beberapa petani mengalami gagal panen. Akibatnya, harga jual di pasar-pasar tradisional pun menjadi bervariasi.

“Penyebab terjadinya perbedaan harga jual oleh pedagang di pasar-pasar tradisional salah satunya adalah ketersediaan cabai yang tidak mencukupi. Sehingga beberapa pedagang mengambil stok cabai ke pedagang lainnya juga. Mereka tidak langsung ke distributor, sehingga harganya pun dinaikkan lagi untuk memperoleh keuntungan,” tuturnya.

Zabur menegaskan, Disdagkop UMKM, dan ESDM sudah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya melakukan kegiatan rutin pengecekan ke pasar-pasar tradisional, dan berkordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun untuk terus menjaga agar harga bahan pangan kembali stabil. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine