BerandaKEPRIKARIMUNMesin PLTU Keluar dari Sistem Kelistrikan Akibat Tersambar Petir, Pemadaman Bergilir Masih...

Mesin PLTU Keluar dari Sistem Kelistrikan Akibat Tersambar Petir, Pemadaman Bergilir Masih Berlaku

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Mesin Unit 1 dan 2 milik PLTU Tanjungbalai Karimun yang baru selesai perbaikan, kembali mengalami kerusakan.

Kali ini, kerusakan mesin disebabkan gangguan cuaca, tepatnya tersambar petir. Kerusakan yang terjadi mengakibatkan mesin PLTU unit 1 dan unit 2 keluar dari sistem kelistrikan.

“Pagi tadi (Sabtu, red), mesin unit 1 dan 2 milik PLTU tersambar petir sehingga keluar dari sistem kelistrikan,” ujar Kepala PLN ULP Karimun, Hendrico menjawab mengapa pemadaman masih terjadi hingga, Sabtu (28/5/2022).

Untuk saat ini, kata Hendrico, suplay listrik di Pulau Karimun berasal dari mesin PLTD Bukit Carok, Tebing.
Sementara teknisi PLTU mengupayakan secepatnya aliran daya terputus masuk kembali ke sistem kelistrikan.

Untuk penyalaan kembali mesin PLTU yang tersambar petir membutuhkan waktu 8 jam.

Dengan tidak beroperasinya mesin PLTU unit 1 dan unit 2, daya listrik yang dihasilkan berkurang sebanyak 9MW. Sehingga PLN ULP Karimun terpaksa melakukan pemadaman.

“Informasinya, mesin PLTU unit 1 akan masuk lagi ke sistem kelistrikan sore ini. Sedangkan mesin unit 2, normal sekitar dini hari nanti,” beber Hendrico.

Sejatinya, kata Hendrico, suplay listrik PLN akan kembali normal tanggal 28 Mei 2022. Mengingat mesin unit 1 dan 2 milik PLTU selesai perbaikan, dan bisa beroperasi.

“Nahasnya, baru beroperasi sudah terganggu cuaca. Karenanya, pemadaman tetap terjadi,” paparnya.

Hendrico mengaku, daya yang dihasilkan mesin unit 1 dan 2 PLTU, pas-pasan. Dengan tambahan bantuan empat unit mesin yang baru tiba, suplay listrik akan surplus.

“Pertengahan Juni 2022, empat unit mesin baru diperkirakan selesai pemasangan. Jika terealisasi, listrik di Karimun akan surplus kembali,” pungkas Hendrico.

Batas waktu pemadaman listrik secara bergilir yang dijadwalkan berakhir pada 28 Mei 2022, ternyata meleset. Kondisi ini kembali dikeluhkan masyarakat Karimun.

“Bukan hanya saya saja, tapi rata-rata masyarakat Karimun mempertanyakan komitmen Manajer ULP PLN Karimun yang menyebutkan tanggal 28 Mei 2022 listrik sudah normal kembali,” sergah
tokoh pemuda yang juga pembina Aliansi Boedak Balai Bersatu, Diyan Midek.

Diyan juga memeprtanyakan status mesin PLTU yang sudah beroperasi namun belum juga bisa mencukupi kebutuhan listrik di tengah-tengah masyarakat.

“Mesin PLTU informasinya sudah beroperasi. Tapi mengapa jadwal, dan lamanya pemadaman masih tetap sama seperti sebelum mesin tersebut beroperasi,” ungkapnya.

Disisi lain, Diyan Midek pun berharap dengan tibanya empat unit mesin PLTD bantuan dari pusat, secepatnya bisa beroperasi.

“Harapan kami masyarakat Karimun, mengingat sudah beroperasinya mesin PLTU unit 2 tersebut, kami meminta manager ULP PLN Karimun untuk mengurangi jam pemadamannya. Seandainya daya yang dihasilkan masih devisit, tolong komitken dengan jadwal yang sudah dibuat dalam pemadaman listrik, jangan sampai yang tidak terjadwal ikut dipadamkan,” ungkapnya.(nku)

SARAN BERITA
Google search engine