BerandaKEPRIKARIMUNKarang Taruna Karimun Sorot Kapal Penumpang Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Sri...

Karang Taruna Karimun Sorot Kapal Penumpang Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Ketua Karang Taruna Kabuparen Karimun, Billy Eko menyoroti kewenangan kapal penumpang sekaligus menjadi kapal barang non penumpang.

Mirisnya, kapal penumpang tersebut melakukan aktivitas bongkar muat barang non penumpang di pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Kecamatan Karimun.

“Kami pertanyakan kewenangan kapal angkutan penumpang yang juga mengangkut barang milik non penumpang,” tanya Billy Eko kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Hal tersebut menjadi fokus Karang Taruna dikarenakan beberapa kapal angkutan khusus penumpang justru membawa barang yang bukan milik penumpang.

“Seharusnya kapal tersebut hanya mempunyai ijin membawa penumpang, malah juga membawa barang. Parahnya, pembongkaran barang yang bukan milik penumpang dilakukan di pelabuhan Sri Tanjung Gelam yang bukan untuk bongkar muat,” tambahnya.

Billy juga menyebutkan bahwa hal ini jelas merupakan pelanggaran dan bisa merugikan banyak pihak.

“Kita kan sudah ada kapal khusus mengangkut barang. Ada juga pelabuhan khusus bongkar muat barang. Tapi kapal penumpang, dan pelabuhan khusus penumpang untuk memuat sekaligus membongkar barang di pelabuhan yang bukan khusus untuk bongkar muat, jelas sangat merugikan pihak pelabuhan. Termasuk apal khusus bongkar muat barang,” katanya.

Selain itu, Karang Taruna menyoroti kapal over kapasitas saat lebaran lalu. Jelas, keselamatan penumpang diabaikan oleh pihak agen kapal.

“Membawa penumpang melebihi kapasitas sangat membahayakan keselamatan penumpang. Salah satunya kapal Satria yang saat mudik kemarin membawa penumpang melebihi kapasitas,” sebutnya.

Permasalahan-permasalahan tersebut tidak ingin dibiarkan Billy larut begitu saja. Ia menyebutkan, bahwa Karang Taruna tidak akan tinggal diam.

“Bukti-buktinya sudah kami kumpulkan. Dalam waktu dekat, kami dari Karang Taruna Karimun akan menyurati pihak terkait untuk menanggapi permasalahan ini,” imbuhnya.

Sementara Kepala Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Junaidi Hasan ketika dimintai tanggapannya terkait permasalahan tersebut menyatakan bahwa otoritas pelabuhan khusus penumpang hanya untuk penumpang saja.

“Kalau dari kami sebenarnya, pelabuhan penumpang ya hanya untuk penumpang saja. Namun jika hanya membantu penumpang membawa barang-barang dagangan dari Pulau, ya tidak masalah,” imbuhnya.

Junaidi juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak lain untuk menertibkan kembali pelabuhan, dan kapal khusus penumpang.

“Ke depan kami akan diskusikan hal ini dengan pihak KSOP yang bertugas di pelabuhan untuk melakukan penertiban ini,” pungkasnya. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine