BerandaKEPRIKARIMUNAnggota Pol PP Kecamatan Kundur Ditemukan Tewas Gantungdiri

Anggota Pol PP Kecamatan Kundur Ditemukan Tewas Gantungdiri

Google search engine

KUNDUR, kabarkarimun.com – Warga Komplek Perumahan Pemda Batu Lima Kecamatan Kundur dibuat heboh. Pasalnya seorang penghuni komplek tersebut ditemukan tewas gantung diri, Senin (16/5/2022) sekira pukul 06.00 WIB.

Korban bernama M.Mukhson, 42, merupakan pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kundur. Pria yang dikenal ramah ini, mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan tali plastik.

Belum diketahui apa yang melatarbelakangi korban mengakhiri hidupnya. Jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Tanjungbatu untuk divisum, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga di Tanah Tinggi, Kelurahan Tanjungbatu Kota.

Kapolsek Kundur, Kompol Muhammad Qomarudin membenarkan penemuan mayat tersebut. Anak korban merupakan orang pertama kali yang mengetahui kondisi korban.

“Pagi sekitar pukul 06.00 WIB, anak kedua korban hendak ke kamar mandi. Begitu pintu dibuka, anaknya terkejut melihat orangtuanya gantung diri dengan seutas tali plastik,” ungkap Kapolsek Muhammad Qomarudin.

Seketika, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan visum. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh ayah tiga anak ini.

“Tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Artinya kematian korban murni bunuh diri,” terang Kapolsek.

Selesai divisum, jenazah korban disemayamkan di rumah orangtuanya di RT 03 RW 03, Tanah Tinggi Kelurahan Tanjungbatu Kota. Jenazah korban dimakamkan di samping almarhum ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lubuk.

“Seratusan warga, rekan kerja serta kawan sejawat turut menghantarkan jenazah korban ke tempat pemakaman,” sebut Muhammad Qomarudin.

Jhoni, teman kerja korban mengaku tidak menyangka Mukhson akan pergi secepat itu. Pasalnya, sehari sebelumnya, korban masih masuk piket pagi di Kantor Camat Kundur.

Saat itu tidak ada tanda-tanda aneh pada diri almarhum. Hanya saja almarhum terlihat sedikit cemas seperti ada masalah sambil mondar-mandir.

“Kami tidak menyangka jika piket Minggu pagi merupakan pertemuan terakhir dengan almarhum. Selama bergaul, almarhum orangnya baik, murah senyum, dan jiwa sosial tinggi,” ungkap Jhoni. (mas)

SARAN BERITA
Google search engine