BerandaLAINNYANelayan Karimun Keluhkan Harga Jual Ikan Masih Dipatok Penampung

Nelayan Karimun Keluhkan Harga Jual Ikan Masih Dipatok Penampung

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Nelayan Karimun merasa dirugikan dengan sikap penampung yang dengan suka-suka menetapkan harga jual ikan.

Artinya, penampung saat mengambil ikan dari nelayan tidak pernah memperhatikan beban nelayan ketika melaut.

“Jelas kami dirugikan. Karena harga ikan dipatok oleh penampung. Mirisnya, terkadang dalam menentukan harga, penampung tidak melihat untung rugi kami selaku nelayan,” keluh Iwan, nelayan asal Kecamatan Moro, Kamis (24/02/2022).

Oleh karenanya nelayan setempat mengusulkan kepada pemerintah melalui Dinas Perikanan segera membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sehingga bisa mengontrol harga, dan mengatur pendistribusian ikan agar tidak merugikan nelayan.

“Sudah seharusnya pemerintah memikirkan nasib nelayan di Karimun. Agar harga ikan bisa terkontrol, sudah selayaknya pemerintah bangun TPI,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun, Ahmadi tidak menafikan selama ini penentuan harga jual ikan tergantung mekanisme pasar. Sedangkan Dinas Perikanan sebagai pemantau di lapangan.

“Harga jual ikan itu mekanisme pasar yang menentukan. Kami hanya mengontrol, dan mencatat melalui UPT baik hasil tangkap maupun budidayanya,” ujar Ahmadi.

Terkait tentang tempat pelelangan ikan, Ahmadi sangat mendukung usulan nelayan tersebut.

“Untuk pembangunan TPI, kami sudah merencanakan dibangun didua lokasi. Pertama di Kecamatan Moro, dan Pulau Karimun,” beber Ahmadi.

Diakui Ahmadi, selain bisa mengontrol dan mengatur pendistribusian ikan, TPI juga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah.

” TPI ini termasuk kewenangan kabupaten. Setelah kita memiliki TPI, kita bisa mengajukan revisi tentang retribusi sehingga dari retribusi tersebut bisa menambah PAD kita,” tambah Ahmadi. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine