BerandaLAINNYAIni 4 Poin Sikap DMI Karimun Terkait SE Menteri Agama Nomor...

Ini 4 Poin Sikap DMI Karimun Terkait SE Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karimun menggelar silaturahmi bersama organisasi Islam, Organisasi Masyarakat, dan Organisasi Pemuda, Jumat (25/02/2022).

Selain silaturahmi, pertemuan di ruang rapat gedung Jam’iyyatul Birri Masjid Agung Karimun itu juga membahas terkait Surat Edaran sekaligus pernyataan Menag tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid.

Hasil pertemuan yang berlangsung selama lebih dari 4 jam itu membuahkan beberapa pernyataan sikap.

“Hari ini kami ada dua agenda. pertama silaturahmi DMI Kabupaten Karimun dengan ormas, OKP, organisasi keagamaan, organisasi adat dan lain-lain. Kedua menyatakan sikap terkait surat edaran, dan pernyataan Menteri Agama yang sempat viral dan menimbulkan keresahan,” ujar Ketua Umum DPD. DMI Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah.

Terkait aturan penertiban pengeras suara untuk di masjid-masjid, kata Wahyu, diapresiasi namun ada beberapa revisi yang harus dilakukan. Mengingat program Menteri Agama yang ingin menjadikan tahun 2022 ini sebagai tahun toleransi antaragama.

“Kita mendukung, dan mengevaluasi surat edaran tersebut. Bahkan kita juga mendukung program Menteri Agama yang ingin menjadikan tahun 2022 sebagai tahun toleransi antarumat beragama,” tambahnya.

Di sisi lain, dari pertemuan juga menghasilkan 4 poin pernyataan sikap yang ditandatangani seluruh perwakilan yang hadir.

Pertama: bahwa surat edaran No.5 tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid, dan musholla telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Kedua: meminta Menteri Agama merevisi aturan SE No.5 tahun 2022 tersebut. Disisi lain, meminta pemerintah juga memberikan dukungan kepada masjid-masjid dalam hal penataan tata suara.

Ketiga: menyesalkan perkataan Menteri Agama yang menganalogikan suara adzan yang dikumandangkan seperti gonggongan anjing.

Keempat: meminta Menteri Agama mencabut ucapannya, dan meminta maaf kepada umat Muslim.

Selanjutnya Wahyu Amirullah mengatakan, surat kesepakatan yang ditanda tangani oleh 20 organisasi tersebut akan disebarkan dan di publikasikan ke masyarakat.

danarap masyarakat mendukung dan menjaga situasi di kab.karimun agar tetap kondusif.

“Intinya kami berharap dukungan masyarakat, dan sama-sama menjaga situasi di Kabupaten Karimun tetap kondusif. Artinya tidak menggalang masa di luar kesepakatan yang sudah dirintis bersama ini,” tegas Wahyu. (nku)

SARAN BERITA
Google search engine