BerandaKEPRIKARIMUNPadi Garapan Gapoktan Gemuruh Maju Bersama Tunggu Hasil Uji Tim PTP

Padi Garapan Gapoktan Gemuruh Maju Bersama Tunggu Hasil Uji Tim PTP

Dispaperta Dukung Kundur Menuju Pertanian Mandiri Berbasis Korporasi

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Karimun mendukung Pulau Kundur menuju pusat pertanian mandiri berbasis korporasi. Melalui program Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) berbasis korporasi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan keluarga.

“Untuk wilayah Kabupaten Karimun, program P3BTP Padi sudah dimulai tahun 2020 di Pulau Kundur. Tepatnya melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gemuruh Maju Bersama,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto Jaya Putra, Selasa (22/12/2020) di Tanjungbalai Karimun.

Terdapat tiga kelompok tani padi dalam Gapoktan Gemuruh Maju Bersama yang menggarap lahan padi seluas kurang lebih 5 hektare. Saat ini, tanaman padi sedang dalam pengujian tim Perbenihan Tanaman Pangan (PTP) untuk dijadikan benih bersertifikat.

Alhamdulillah, pengembangannya tinggal menunggu lulus ujinya. Insha Allah, tahun 2021 akan dikembangkan lagi seluas 10 haktare,” papar Sukrianto.

Selain program P3BTP, lanjut Sukrianto, petani Gapoktan Gemuruh Maju Bersama juga menanam padi sebagai konsumsi seluas 3 haktare. Sejatinya Desa Gemuruh tepatnya di Dusun 3 Bukit Senang, memiliki lahan seluas 20 hektare (rawa lebak) yang bisa dikembangkan sebagai lahan tanaman pangan, khusunya padi.

“Tapi kami dari Dispaperta terus memotivasi dan mengarahkan petani untuk menggarap lahan yang sudah terbuka secara optimal,” beber Sukrianto.

Diakui Sukrianto, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan petani padi di Desa Gemuruh. Diantaranya belum lancarnya tali air (irigasi), dan akses jalan usaha tani.

“Sekarang persoalan petani sudah menjadi perhatian pemerintah daerah. Semoga melalui program P3BTP di Gapoktan Gemuruh Maju Bersama hasilnya akan lebih meningkat. Bukan saja untuk pendapatan petani setempat, tapi juga untuk petani di Karimun maupun di luar Pulau Karimun,” tegas Sukrianto. (ifa)

SARAN BERITA
Google search engine