BerandaKEPRIKARIMUNLibatkan 342 Orang, Tanam Mangrove Seluas 113 Hektare di Karimun

Libatkan 342 Orang, Tanam Mangrove Seluas 113 Hektare di Karimun

Sukseskan Program Padat Karya KLHK

Google search engine

KARIMUN, kabarkarimun.com – Sebanyak 342 orang dari lima kelompok tani se Kabupaten Karimun terlibat dalam program padat karya yang ditaja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Seijang Duriangkang.

Luas program padat karya penanaman mangrove dalam upaya menggerakan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus pemulihan ekosistem lingkungan di Kabupaten Karimun mencapai 113 hektare. Lokasi kegiatan tersebar di lima titik di Pulau Kundur, dan Pulau Karimun akan berakhir November 2020.

“Alhamdulillah, lima kelompok tani di Kabupaten Karimun telah mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari program padat karya penanaman mangrove,” ungkap Penanggungjawab Kegiatan PEN Program Padat Karya Penanaman Mangrov dari BPDASHL Seijang Duriangkang, Aswan Basri SPi, Jumat (20/11/2020).

Disampaikan Aswan, lima kelompok tani yang mengikuti program padat karya masing-masing KT Pesisir Pulau Terluar, Desa Pelambung, Kecamatan Tebing. KT berjumlah 99 anggota ini melakukan penanaman mangrove seluas 39 hektare dengan 4 orang pendamping.

Kemudian KT Mukalimus, Kundur beranggotakan 36 orang, dan empat pendamping melakukan penanaman mangrove seluas 14 hektare. Lalu KT Layang Bersatu berangota 35 orang, dan satu pendamping menggarap seluas 13 hektare.

KT Keramat Layang Bersatu (Kobel), Kecamatan Kundur Barat. Kelompok beranggota 100 orang, dan tiga pendamping ini, menanam mangrove seluas 33 hektare. Terakhir, KT Mata Air beranggotakan 72 orang, dan dua pendamping menanam mangrove seluas 14 hektare.

“Selama program pelaksanaan, BPDASHL Seijang Duriangkang turut memberikan pendampingan. Mulai dari verifikasi lokasi sampai memastikan ketersediaan bibit,” papar Aswan.

Terpisah, Ketua KT Pesisir Pulau Terluar Desa Pelambung, Denni Heriadi mengaku, program padat karya dari KLH sangat membantu masyarakat di masa sulit pandemi. Dimana masyarakat yang terlibat dalam kegiatan memperoleh upah sebesar Rp140 ribu untuk satu hari orang kerja (HOK).

“Alhamdulillah, dari program ini anggota kelompok bisa mendapatkan penghasilan. Dan ini sangat bernilai artinya di masa pandemi. Untuk itu, Kami sangat berterima kasih kepada KLHK melalui BPDASLH Seijang Duriangkang,” ungkap Denni Heriadi.

Oleh karenanya, lanjut Denni, program padat karya KLHK harus terus berkelanjutan. Selain mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah pandemik Covid 19, juga selaras dalam pelestarian ekosistem lingkungan.

“Program ini harus berkelanjutan. Karena sangat besar manfaatnya dalam membantu masyarakat untuk menambah penghasilan di tengah pandemi Covid 19,” pinta Denni.

Program padat karya mangrove KLHK merupakan bagian dari upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). KLHK melaksanakan Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove seluas 15.000 ha dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Selain untuk meningkatkan luasan habitat mangrove, hal ini juga dilaksanakan dalam rangka pemenuhan lapangan pekerjaan, dan peningkatan daya beli masyarakat di sekitar pesisir pantai. (ifa)

SARAN BERITA
Google search engine