BerandaKEPRIKARIMUNDesa Gemuruh Sulap Bekas Galian Jadi Objek Wisata Air

Desa Gemuruh Sulap Bekas Galian Jadi Objek Wisata Air

Google search engine

kabarkarimun.com – Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun kini telah menyulap kolam bekas galian pasir darat menjadi objek wisata air. Tidak hanya diapresiasi warga, pemanfaatan bekas galian itu, juga mendapat dukungan penuh dari PT Timah Tbk.

Melalui Program CSR PT Timah Tbk, kolam bekas galian berhasil disulat menjadi objek wisata air dengan didukung sejumlah fasilitas wahana permainan. Objek wisata air tersebut kini menjadi lokasi favorit rekreasi alternatif bagi masyarakat Pulau Kundur.

Kepala Desa Gemuruh, Untung Sutrisno menyebutkan, pemanfaatan lahan bekas galian pasir itu merupakan salah satu program inovasi Pemerintah Desa Gemuruh. Dirintis beberapa tahun lalu, serta didukung CSR PT Timah Tbk, kini lahan bekas galian telah disulap menjadi objek wisata air.

“Alhamdulillah berkat dukungan masyarakat, dan pemuda, sekarang kolam bekas galian kita manfaatkan menjadi objek wisata air dengan nama Kolam Bebek,” ungkap Untung Sutrisno, Kamis (21/10/2020).

Mewakili masyarakat, Untung Sutrisno menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Timah Tbk atas dukungannya. Sehingga kolam bekas galian yang terbiar bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata baru di Pulau Kundur.

Yang membanggakan, sambung Untung, pengelolaan kolam bekas galian menjadi objek wisata sudah mendapat izin dari Kementerian Kehutanan. Karenanya, wisata kolam air dilengkapi sejumlah fasilitas seperti pondok, dan wahana permaianan bebek kayuh.

“Tidak sekadar rekreasi, pengunjung juga disuguhkan pemandangan yang asri, dan nyaman. Ditambah lagi, kita juga menyediakan spot-spot untuk berswa foto alias selfie,” sebut untung.

Masih mewabahkan pandemi Covid 19, turut berimbas pada pengelolaan Kolam Bebek. Untuk sementara manajemen menutup lokasi wisata air tersebut untuk pengunjung.

Dampak penutupan lokasi wisata baru itu, juga turut berimbas pada pedagang kecil yang biasa mangkal di lokasi. Artinya, selama mewabahnya Covid 19 tujuh bulan lalu, pedagang pun tidak lagi bisa meraup pemasukan.

“Sekarang jual beli sepi. Kami sangat mengandalkan pemasukan dari pengunjung. Makanya kami berharap Covid 19 segera berlalu,” keluh seorang pedagang yang mengaku bernama Aini. (*/red)

SARAN BERITA
Google search engine